Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Menangis dan Tertawa

Selasa, 07 April 2020 | 20.48 WIB Last Updated 2020-04-08T03:54:37Z
Rusli djued SSn
Ketika kita melihat kejadian yang lucu, kemudian tertawa, kita tidak mampu menguasai diri kita. Seolah, kita sedang terpeleset oleh kulit pisang. Diri kita dikendalikan oleh dorongan liar yang bergerak otonom. kebanyakan orang, menahan untuk tidak tertawa lebih sulit dari pada berusaha tidak menangis. 

Jika dengan tertawa kita menjadi kehilangan kendali diri, menangis membuat kita terbenam ke dasar kesadaran diri. Dalam kesedihan, kita menjadi terlalu sadar diri, kehilangan keinginan, pengakuan, harapan, maupun penghormatan.

Dada kita dipenuhi bongkahan kesedihan yang tajam menyayat. Dan di bawah pasangan mata yang menatap penuh iba, kesedihan semakin terasa menyakitkan. Tanpa dapat menolak, kita  terjatuh dalam penyerahan diri secara total pada titik terendah, tanpa warna, tanpa harga diri maupun kebanggaan.

Setiap individu pada dasarnya menginginkan segala aktivitasnya selalu berjalan lancar. Manakala aktivitasnya tidak ada hambatan, maka mereka akan merasakan kebahagiaan. Sebaliknya, manakala denyut kehidupan tidak begitu lancar, maka mereka akan merasakan kesedihan.

Ibarat sebuah roda yang selalu berputar, tidak hanya selalu berada di atas, tetapi adakalanya juga berada di bawah. Manakala setiap individu merasakan kebahagiaan, mereka biasanya akan tertawa lepas.

Begitu juga, apabila seseorang merasa kesedihan, mereka cenderung akan menangis. Meski demikian, kebahagiaan tidak selalu cenderung dengan tertawa, dan  menangis juga tidak selalu menunjukkan kesedihan.

Kebanyakan orang berpendapat positif bahwa tertawa merupakan olahraga yang paling mudah dilakukan. Dengan tertawa, individu tidak akan merasakan stres yang dapat mengganggu kesehatan. Sehingga, tertawa dapat menetralisir pikiran yang lagi galau.

Namun, tertawa dapat juga memberikan efek yang buruk. Hal ini bukan berarti efek buruk bagi kesehatan, tetapi dalam hal kehidupan setelah didunia. Kadangkala, seseorang yang selalu tertawa berlebihan, mereka umumnya akan melupakan syukur atas anugerah Tuhan YME. Manakala mereka tidak mesyukuri atas segala nikmat yang mereka berikan, maka mereka berpotensi lalai akan Tuhan YME.

Sebaliknya, menangis merupakan luapan emosi seseorang atas suatu peristiwa yang tengah dialami. Menangis tidak hanya identik dengan kesedihan tetapi juga bisa menangis terharu karena mendapat kebahagiaan. Menangis dapat memberikan efek positif tidak hanya bagi kesehatannya, tetapi juga dapat menjadi amalan seseorang.

Pasalnya, mereka yang menangis akan selalu mengingat ALLAH SWT karena syukur atas segala nikmat yang telah diberikan-Nya. Nikmat tidak hanya dalam bentuk kebahagiaan tetapi juga nikmat atas kesedihan yang telah membuat individu untuk selalu mengingat Tuhan YME.

Sebagai contoh wujud syukurnya, mereka akan selalu berdzikir kepada ALLAH SWT. Apabila dilihat dari kacamata ilmu psikologi, tertawa dapat memberikan efek positif bagi tubuh untuk melepaskan semua beban yang ada.

Namun demikian, tertawa berlebihan tidak akan membuat seseorang bisa melepas semua bebannya. Bisa dikatakan, menangis jauh lebih baik daripada selalu tertawa lepas yang tak terkendali.

Pasalnya, apabila mereka ingin keluar dari sebuah masalah maka mereka hendaknya selalu berdzikir menangis meminta pertolongan ALLAH SWT.Begitu pula, manakala mereka merasa bahagia, mereka hendaknya berdzikir, menangis mensyukuri atas segala nikmat yang telah diberikan Tuhan YME.

Seperti gambaran di atas, tertawa berlebihan dapat memberikan pengaruh negatif terhadap kehidupan seseorang. Salah satunya terhadap keselamatan individu baik di dunia maupun di akherat karena tertawa dapat membuat seseorang lalai kepada Tuhan YME. Berbagai efek negatif tersebut sebagai berikut membuat hati individu menjadi mati, sehingga tidak dapat mengenal ALLAH SWT.

Tertawa dan menangis memiliki makna yang sangat berpengaruh bagi kehidupan individu. Hal tersebut memberikan gambaran akan kebahagiaan dan kesusahan tidak hanya di dunia, tetapi juga diakherat. Pertama, Kegembiraan dan suka cita yang berlebihan tidak akan berlangsung lama. Pasalnya, kenikmatan dunia hanya bersifat fana. Hal ini dalam artian manusia tidak akan hidup selamanya di dunia. Mereka hanya hidup sementara.

Bisa dikatakan mereka menumpang hidup di dunia dalam waktu tertentu. Di satu sisi, Apabila mereka selalu bersuka cita berlebihan ketika hidup di dunia, tetapi mereka akan menderita di akherat apalah artinya kegembiraan tersebut. 

Pasalnya, duka dan penderitaan di akherat akan selamanya. Sebaliknya, mengenai tangis, manakala mereka selalu menangis sebagai wujud syukur kepada Tuhan YME, mereka akan selalu dilipatgandakan rezekinya di dunia, dan mereka akan memperoleh keselamatan di akherat.

Dalam pada itu, golongan orang-orang yang akan menjadi calon penghuni surga adalah yang sedikit tertawa. Menggunakan waktu sebaik mungkin tatkala hidup didunia dengan tidak tertawa lepas. Menangis dalam kebahagiaan dan kesusahan dapat menyelamatkan kehidupan individu di dunia dan di alam akherat.

Hal ini dalam artian mereka akan selalu mengingat ALLAH SWT. Kebahagiaan yang abadi adalah kebahagiaan di akherat. Manakala setiap individu menangis karena ALLAH SWT, maka mereka akan bahagia di akherat. Pasalnya, ALLAH SWT akan memberikan surga indah bagi manusia yang selalu mengingat-Nya setiap detik waktu berjalan. Bagaimana anda menyikapinya.....?

Penulis adalah Alumni Institut Seni Indonesia Yogyakarta
×
Berita Terbaru Update